Showing posts with label scrapbook. Show all posts
Showing posts with label scrapbook. Show all posts

1/08/2012

Dance Extravaganza



Pas bersih-bersih, FunkyMami nemu foto lama si S saat ikut meramaikan acara pagelaran tari di sekolahnya sekitar tiga tahun lalu. Berhubung scrapping mood lagi on *plus lagi ngga berhasrat bersih-bersih rumah* maka dalam tempo setengah jam foto itu sudah nempel di halaman scrapbook. 


Coordinating paper yang digunakan untuk design ini adalah  Sweet Tooth Collection dari Bo Bunny. Bunga warna-warni tersebut dipotong dari salah satu kertas yang bercorak bunga-bunga. Setelah digunting pinggir-pinggirnya diperjelas dengan tinta warna kecoklatan dari koleksi Ranger Tim Holtz Disstress Ink 'Antique Linen', dan kemudian ditempel dengan menggunakan double tape agak tebal untuk memberi kesan 3D.






Memberi stempel adalah bagian favorit FunkyMami. Stempel bisa membuat halaman scrapbook lebih hidup dan berkarakter. Jika koordinasi warna menentukan mood, make tugas stempel adalah untuk 'mempertegas'.  Love it, love it. Oh ya FunkyMami menggunakan Tim Holtz stamp set 'Good Thoughts'. Cinta banget same produk-produk Tim Holtz yang grunge dan vintage.
Sebenarnya FunkyMami bisa saja membiarkan pinggir-pinggir halaman yang sudah jadi ini tampak bersih dan rapi. Berhubung lagi iseng, maka halaman ini jadi korban cat acrylic warna coklat, sehingga kesannya belepotan dan kotor. 


 Last but not least, journaling. Penting banget. Apa gunanya nempel foto kalau ngga ada keterangan?





11/14/2010

St. Martin Day



Tiap tanggal 11 November, perayaan St. Martin Day diselenggarakan di tempat tinggal FunkyMami. Perayaan umat Nasrani ini diselenggarakan untuk mengenang seorang tentara Roman yang baik dan banyak menolong, bernama Martin.*Eh, ternyata nggak semua tentara Roman jahat ya, seperti dalam cerita Asterix dan Obelix...*

Salah satu cerita tentang St. Martin yang paling terkenal adalah saat dia memotong mantelnya untuk diberikan kepada seorang pengemis yang kedinginan di tengah badai salju. Setelah menolong si pengemis, malam itu juga dia bermimpi bertemu Jesus yang mengenakan potongan mantelnya. Dia mendengar Jesus berbicara dengan seorang malaikat: “Hi malaikat, ini adalah Martin, seorang tentara Roman. Dia belum dibaptis. Dia telah menyelamatkanku dari kedinginan dengan mantelnya”

St. Martin day sangat terkenal di kalangan anak-anak, terutama anak usia TK dan SD, karena pada hari tersebut, saat hari mulai gelap, anak-anak berparade mengitari daerah sekitar tempat tinggal dengan membawa letera atau lampion yang terbuat dari kertas. Sambil berjalan bergandengan mereka menyanyikan lagu-lagu untuk mengenang St. Martin.

Biasanya, beberapa hari sebelum hari St. Martin tiba, anak-anak mempersiapkan lentera-nya di sekolah atau di rumah bersama orang tua. Kemudian pada hari H mereka berkumpul di gereja, melakukan kegiatan rohani sekitar setengah jam, dan dilanjut dengan parade dengan rute yang dimulai dari gereja sampai berakhir di sekolah. Sementara itu para orang tua berkumpul di sekolah untuk menjemput anaknya masing-masing. Setelah selesai berparade, di sekolah mereka disambut dengan minuman hangat dan kue spesial St. Martin yang bentuknya seperti croissant berisi gula.

Perayaan St. Martin day di daerah tempat tinggal FunkyMami adalah hari yang sangat ditunggu-tuggu oleh anak. Meski St. Martin adalah perayaan umat Nasrani, semua anak, tak terkecuali yang beragama lain seperti si Kutilang dan si Bogang, diperbolehkan untuk ikut berparade, tanpa harus mengikuti kegiatan gereja.Tentu saja hal ini disambut gembira oleh si Kutilang dan si Bogang yang selama ini belum mengenal perayaan St. Martin. Kenapa nggak? Kapan lagi punya kesempatan berjalan-jalan di kegelapan bersama teman sekelas sambil membawa lampu lantern? FunkyMami bisa membayangkan bagaimana exciting-nya perasaan mereka.

11/15/2009

Keep on rolling






Scrapbook ini bikinnya memang baru beberapa waktu yang lalu. Tapi cerita di dalamnya dah setahun lebih, waktu kami baru pindah rumah tahun lalu…
Ceritanya semua barang termasuk sebagian besar baju dan mainan masih ada dalam karton-karton, dalam sebuah konteiner nun jauh di sana. Di atas sebuah kapal yang oleng oleh ombak…

Sementara itu, kami menunggu dan menunggu. Kedinginan, bosan dan sedikit misuh-misuh. Dengan mengenakan baju seadanya (sama pinjem jaket sana-sini), dan bermain dengan mainan seadanya, ternyata kami bisa bertahan sampai konteiner datang. Wah, serasa nemu rejeki nomplok. Akhirnya bisa masak beneran, bisa bersih-bersih rumah beneran…dan anak-anak bisa bermain dengan mainan beneran!
Beberapa hari sejak konteiner datang, si Bogang begitu bungah bisa duduk kembali di atas ‘Bobby Car’nya. Mainan yang tak pernah lepas sehari pun sejak pertama kali dia bisa duduk di atasnya. Angin dan dinginnya udara nggak jadi masalah. Tiap pagi, siang, sore…’The wheel go round, round, round.’