Showing posts with label Tata krama. Show all posts
Showing posts with label Tata krama. Show all posts

6/09/2010

Budaya cium tangan



Seperti layaknya ibu normal, FunkyMami juga tidak luput dari kesalahan dalam mendidik anak *oh ya?*. Kadang kesalahan-kesalahan itu sangat disadari, bahkan dari lubuk hati yang paling busuk sekalipun. He...he...he... Kesalahan seperti itu biasanya lebih mudah mengatasinya. Pilihannya cuman dua: memperbaiki secepatnya atau menunda?  Tapi bagaimana dengan kesalahan yang tidak disadari? Jangan khawatir, suatu saat Anda pasti menyadarinya - biasanya setelah ditegur orang !

Beberapa waktu yang lalu, saat FunkyMami ngumpul-ngumpul sama keluarga dan sanak saudara di suatu acara, FunkyMami mendapat teguran dari salah satu sesepuh, yang katanya anak-anak FunkyMami kurang memiliki sopan santun. Gara-garanya si Kutilang nggak cium tangan saat bersalaman!

FunkyMami lagi membayangkan komentar pembaca: "Ya terang aja ditegur! Kok bisa sih lupa ngajari anak nyium tangan? Ga sopan banget”.

Yah, ma'af pembaca. Terus terang, FunkyMami nggak bisa bela diri. Kenyataannya memang FunkyMami nggak pernah mengajari anak-anaknya untuk cium tangan saat bersalaman. Bukannya lupa atau sengaja,  tapi memang bener-bener belum pernah masuk di kepala FunkyMami bahwa hal itu sangat penting dibiasakan. Namanya juga manusia, masing-masing punya keterbatasan. Dalam hal ini, keterbatasan FunkyMami ada di otaknya .

Tapi FunkyMami merasa beruntung *setelah sewot* bahwa ada yang mau mengingatkan dia. Itulah untungnya jadi manula, bebas mengemukakan pendapat dan nggak perlu bisik-bisik. Tanpa ada yang marah lagi. Nah, karena FunkyMami orang yang berbudi *susah dipercaya ya?*, maka dia segera menyadari kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

FUNKYMAMI: Kutilang, lain kali kalau salaman sama orang yang lebih tua, tangannya dicium ya?

KUTILANG: Kenapa?

FUNKYMAMI: Biar mereka tahu Kutlitang hormat sama orang tua.

KUTILANG: Emang kalau hormat harus cium tangan?

FUNKYMAMI: Ya, aturannya memang begitu kalau bersalaman.

KUTILANG: Ogah ah. Ngapain harus nyium tangan orang yang nggak dikenal?

FUNKYMAMI: Wah, sayangnya kamu nggak punya banyak pilihan. Kalau kamu pingin dibilang anak yang baik, ya kamu harus cium tangan.


Kutilang berhenti mendebat, berpikir sejenak dan mulai bicara...

KUTILANG: Mami selalu bilang, Kutilang nggak boleh pegang pinggiran eskavator di mall...

FUNKYMAMI: Eskalator.

KUTILANG: Sorry, es-ka-la-tor. Soalnya sudah sering dipegang orang dan banyak kuman yang nempel. Kalau Kutilang selalu pegang-pegang pinggiran ...yang itu tadi, Kutilang bisa sakit, apalagi kalau lupa cuci tangan sebelum makan. Jadi, cium tangan orang nggak dikenal sama dengan nyium pinggiran es-ka-la-tor!

FUNKYMAMI: Iya, mami memang pernah bilang begitu. Tapi kamu harus cium tangan. Habis itu, kalau kamu mau cuci tangan terserah.

KUTILANG: Tapi mami, di tempat kita kan nggak perlu cium tangan kalau bersalaman? Kenapa sekarang harus berubah?
FunkyMami rasanya pingin bilang 'Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya', tapi sayangnya Kutilang nggak pernah belajar peribahasa. FunkyMami harus nyari ide lain untuk meyakinkan.

FUNKYMAMI: Umpama, kamu ketemu sama sekelompok orang Indian yang bawa kapak, panah, tombak dan sebagainya. Terus mereka seneng ketemu kamu. Tapi mereka nggak bilang halo, melainkan teriak-teriak huwu..wu..wu..wu...sambil ngangkat-ngangkat tumbak dan panah. Gimana kamu mau membalas?

Kutiliang mikir, mukanya bingung.

FUNKYMAMI: Apa kamu langsung maju ngajak bersalaman? Bisa jadi kamu dikira menyerang. Yang ada malah kamu dikeroyok...

KUTILANG (sambil ketawa): Errr..mungkin aku juga bilang huwu..wu..wu...

FUNKYMAMI: Ide bagus. Mending kita niru aturan sekitar, meski kadang nggak cocok sama hati kita. Yang penting kita kan nggak nyakitin perasaan orang. Paling kita merasa nggak cocok cuman sebentar.

KUTILANG: Aku punya ide lebih bagus. Bagaimana kalau sebelum bersalaman aku tanya dulu apa orangnya sudah cuci tangan?

FUNKYMAMI: Eh, jangan! Itu sama dengan ngajak salaman orang Indian sebelum mereka bilang huwu...wu...wu... Itu namanya penyerangan total! Wah, bisa dikeroyok habis kamu!

THE END...


5/14/2010

Kutilang dan kasus tabarak lari




Pagi-pagi, saat di kamar mandi, si Kutilang menunjukkan memar di pahanya.


KUTILANG: "Kemarin telat ngerem sepedah, trus nabrak tanaman depan rumah Annika. Nggak sakit sih, cuman tanamannya rusak.

FUNKYMAMI: "Mama Annika tahu nggak?"

KUTILANG : "Ya, nggak lagi! Aku cepet-cepet angkat sepedah trus pergi. Mami, bayangin kalau dia tahu ya? Pasti sewot. Dia kan cinta sama tanaman. Tiap hari kerjanya gunting-gunting tanaman terus. Nggak kayak mami...plant killer (=pembunuh tanaman)."
Kutilang masih ketawa-ketawa. Kali dia merasa lucu berhasil mengulang julukan si mami, plant killer. Julukan ini ciptaan si Papi. Dia suka ketawa kalau mami pulang belanja bawa tanaman. Dia suka bilang: 'Wah, si mami bawa korban berikutnya'.

KUTILANG (masih senyum-senyum): "Kok mami diam? Marah ya disebut plant killer?"

FUNKYMAMI: "Nggak, cuman bayangin gimana sedihnya mami si Annika, lihat tanaman yang di sayang-sayang rusak. Dia pasti bertanya-tanya, siapa ya yang tega-tega ngrusak barang kesayanganya."

Kutilang berhenti senyum-senyum. Dia tampak merasa bersalah.

KUTILANG: "Aku kan nggak ngrusak. Orang jatuhnya nggak sengaja kok!"

FUNKYMAMI: "Emang dia tahu kalau kamu nggak sengaja? Kan dia nggak lihat kamu jatuh dari sepedah. Ingat nggak waktu kandang si Fluffy rusak. Kamu marah sama si Nikola soalnya kamu pikir dia sengaja merusak?"

KUTILANG: "Iya, masih ingat. Dia nggak ngrusak, tapi jatuh, trus pipinya berdarah kena kayu."

FUNKYMAMI: "Kamu kasihan nggak sama dia waktu itu?"

KUTILANG: "Iya."

FUNKYMAMI: "Kamu marah nggak waktu itu?"

KUTILANG: "Cuma awalnya. Trus nggak marah lagi."

FUNKYMAMI: "Kenapa kamu kok nggak marah lagi?"

KUTILANG: "Soalnya dia ngaku dan minta ma'af..."

FunkyMami nggak nanya-nanya lagi.

Waktu mau berangkat sekolah, Kutilang bilang: "Mami, aku mau jemput Annika dulu. Menurut mami, lebih baik aku ngaku sama mamanya Annika ya?"

FUNKYMAMI: "Mami nggak tahu lebih baik apa nggak. Ada kemungkinan dia marah sama kamu, soalnya tanaman kesayangannya rusak. Tapi dia berhak tahu siapa yang bikin rusak. Dan mami yakin, kalau dia tahu kamu nggak sengaja dia pasti nggak marah.”

KUTILANG: "Kalau dia nggak mau mema’afkan?”

FUNKYMAMI: "Setelah kamu ngaku dan minta ma'af? Hem, nanti ganti mami yang naik sepedah trus mami tabrak semua tanamannya, trus mami kasih dia uang buat beli tanaman baru sama nyewa tukang kebun. Kalau ada orang yang tega sama anak yang baik hati dan sudah berani minta ma’af, maka mami lah musunya. Kamu tenang aja. Yang penting kamu minta ma’af dulu. Kalau dia macem-macem, lapor sama mami.”

Kutilang ketawa, nyium si mami terus berangkat sekolah. Biasanya dia belok kiri, kali ini belok kanan buat mampir ke rumah Annika.