Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

5/26/2014

12 kesalahan umum dalam melakukan diet

“Kenapa sih berat badan nggak juga turun meski sudah kelaparan?” 
“Kenapa tiap kali berat badan sudah turun tiba-tiba naik lagi tanpa alasan?”
“Kenapa makan sudah dihati-hati tapi badan tetap saja gemuk?”

Diet, sebuah tema yang umum bagi para wanita, terutama yang sudah melewati usia 35. Dulu waktu masih muda makan apa saja rasanya badan tetap langsing. Sekarang minum air saja rasanya badan menjadi tambah gemuk.  Kecuali bagi yang beruntung selalu mempunyai tubuh langsing, memang benar, semakin kita bertambah usia semakin susah kita mengontrol berat badan. Kenapa? Karena sistem pencernaan lebih lambat 5 persen setiap dekade. Dibandingkan umur 25 tahun kalori yang dibakar tubuh kita 100 lebih sedikit pada saat usia mencapai 35, dan 200 lebih sedikit pada usia 45. Tanpa melakukan apapun berat badan akan bertambah sekitar 5-6 kg setiap tahun. Maka tidak heran jika banyak wanita melakukan diet demi menurunkan berat badan. Sayangnya tidak semua usaha membawa hasil. Yang menjadi pertanyaan, sudahkah kita melakukan diet secara benar?

Masih banyak yang beranggapan bahwa arti diet adalah ‘mengurangi makanan’ atau ‘membiarkan diri kelaparan’. Sebuah pengertian yang salah. Juga sering kali saat melakukan diet kita hanya terfokus pada aturan-aturan dan pantangan-pantangannya, tapi kurang memperhatikan hal-hal yang sering membuat diet kita gagal. Apakah itu?

12 KESALAHAN UMUM DALAM MELAKUKAN DIET:

1. Mengandalkan diet kilat

Image courtesy of www.webmd.com

Diet kilat atau biasa disebut ‘crash diet’ adalah diet ekstrem dengan mengkonsumsi kalori seminim mungkin. Makanan yang dikonsumsi biasanya tidak lebih buah-buahan atau sayur-sayuran. Memang diet ini bisa menurunkan berat badan secara kilat, tapi sebagai akibatnya cara kerja sistem pencernaan menjadi lebih lambat karena kurangnya kalori. Saat target sudah terwujud dan tubuh kembali mengkonsumsi makanan secara normal, maka sistem pencernaan tidak terbiasa membakar kalori secara cepat sehingga berat badan pun cepat naik lagi.

2. Menghindari sarapan

www.ica.se

Menghapus sarapan dari jadwal makan sehari-hari sepertinya cara mudah untuk mengurangi jumlah kalori, tapi akibatnya adalah rasa lapar sepanjang hari. Rasa lapar menimbulkan keinginan untuk ngemil. Porsi makan siang pun biasanya menjadi lebih besar dari biasanya karena rasa lapar yang berlebihan. Sebaliknya kita akan terhindar dari rasa lapar yang berlebihan jika sarapan yang kita konsumsi banyak mengandung serat dan protein tinggi.

3. Meremehkan kalori cemilan



Saat diet kita selalu memperhatikan jumlah kalori makanan utama. Tapi kita sering lupa menghitung kalori cemilan. Bentuk cemilan yang kecil, ringan dan tidak mengenyangkan sebenarnya adalah perangkap untuk menimbun kalori. Sekantong keripik, sepotong kue ultah teman kantor, menghabiskan sisa es krim anak, jika dihitung semuanya jumlah kalori justru lebih banyak dari seporsi makanan utama. Silahkan baca tabel nutrisi pada bungkus cemilan sebelum mengkonsumsi.

4. Tidak ngemil sama sekali


Hah! Ngemil salah, nggak ngemil juga salah. Mana yang benar nih? Yang benar adalah tergantung kualitas cemilan tersebut. Dengan memakan cemilian beberapa kali dalam sehari kita bisa terhindar dari rasa lapar. Di samping itu ngemil membantu sistem pencernaan untuk bekerja keras, terutama jika cemilan tersebut banyak mengandung protein tinggi. Pilih cemilan yang bermutu seperti kacang-kacangan yang tidak digoreng dengan minyak dan tidak banyak garam atau buah-buahan (baik segar maupun kering).

5. Terlalu terpaku sama produk ‘low-fat’

Image courtesy of www.webmd.com

Produk rendah lemak sangat membantu menurunkan berat badan. Hanya saja yang tertulis ‘Rendah Lemak’ belum tentu ‘Rendah Kalori’. Jika piring Anda penuh dengan kue ‘rendah lemak’, bisa jadi Anda mengkonsumsi lebih banyak kalori dibanding dengan sepotong kue yang dibuat dengan produk full-fat.

6. Menyeruput kalori jumlah besar


Kadar kalori minuman sering kita lupakan. Mentang-mentang bentuknya yang cair kita yakin berat badan tidak akan terpengaruh. Salah besar. Tahukah Anda berbagai jenis minuman kopi di cafe-cafe biasanya mengandung lebih dari 500 kalori? Begitu juga dengan jus buah karton dan minuman bersoda. Yang lebih parah kalori dalam bentuk cair tidak membunuh rasa lapar. Biasanya porsi makan tidak berkurang meskipun sudah mengkonsumsi minuman berkalori tinggi.

7. Terlalu sedikit minum air

naturalwaysofliving.blogspot.com

Cara termudah untuk ‘mengglontor’ lemak adalah minum air sebanyak mungkin. Kekurangan cairan dalam dalam tubuh akan mempersulit sistem pencernaan dalam membakar kalori sehingga proses penurunan berat badan menjadi lambat. Penelitian menunjukkan orang dewasa yang mengkonsumsi air minum lebih dari delapan gelas per hari bisa menurunkan berat badannya lebih cepat dibanding dengan yang sedikit minum air.

8. Menjahui produk susu

Image courtesy of www.webmd.com

Susu full-fat, keju dan es krim adalah tabu buat pelaku diet. Tapi menghindari total produk dairy juga memberi efek yang sebaliknya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembakaran lemak bisa dilakukan lebih banyak jika tubuh mendapatkan cukup kalsium, sebaliknya tubuh akan menghasilkan lemak jika tidak mendapatkan cukup kalsium. Kalsium dalam bentuk suplemen sepertinya tidak banyak membantu. Jadi sebaiknya tetap mengkonsumsi produk dairy tapi pilih yang rendah lemak.

9. Menjadi korban fast food

www.mykits.com

Waktu terbatas, rasa lapar yang tidak bisa ditahan adalah salah satu penyebab untuk menuju ke arah ‘drive-thru’. Hanya saja selera makan biasanya tidak berhenti cukup pada burger saja. Masih ada embel-embel lainnya yang sayang untuk dihindari seperti french fries, onion rings, beberapa bungkus saos tomat, mayonese, milkshake, dan minuman bersoda. Penelitian menunjukkan orang yang mengkonsumsi fast food dua kali seminggu bisa mengalami kenaikan berat badan sampai 5 kg lebih dibanding dengan yang mengkonsumsi kurang dari sekali seminggu.

10. Menimbang badan setiap hari

Image courtesy of www.femonite.com

Menimbang badan setiap hari adalah resep sebuah frustasi. Selain itu tidak ada informasi yang menguntungkan kecuali angka yang itu-itu saja setiap hari. Lebih baik kita menetapkan target jangak panjang dengan menimbang badan sekali seminggu. Hasilnya pun lebih memuaskan jika kita melihat jarum atau angka yang tiba-tiba menurun. Dengan melihat angka yang benar-benar menurun kita pun lebih termotivasi untuk menlanjutkan diet.

11. Menetapkan target yang tidak masuk akal

Image courtesy of  www.webmd.co

Menetapkan target turun 5 kg atau bahkan lebih pada minggu pertama misalnya, sama dengan merencanakan kegagalan dari awal. Jika Anda tahu akan sulit untuk mewujudkannya sebuah target, maka Anda merasa enggan untuk memulai atau bahkan tidak akan pernah memulai diet. Jika setelah berubaya keras tapi ternyata hasilnya hanya separuh dari yang kita targetkan, maka jangankan kita bahagia dengan hasil yang ada, tapi malah merasa tidak termotivasi karena hasil yang dicapai tidak sesuai target. Menentukan target yang realistis adalah vital untuk mencapai sukses program diet. Jika tidak yakin dengan target yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, sebaiknya konsultasikan dengan pakar diet.

12. Lupa melatih otot

www.timeforchangefitness.com

Berat badan sudah turun tapi kenapa badan tetap keliahatan ‘gombyor’? Harap diingat Jennifer Aniston atau Gwyneth Paltrow memiliki tubuh seperti itu tidak hanya dari diet, tapi dengan berolah raga juga. Contoh lain yang lebih sederhana: bayangkan perbedaan bentuk antara 400 gr batu yang padat dengan 200 gram sponge yang mengembang. Hehe… lain kan? Jangan terpaku pada berat badan tapi lebih perhatikan pada bentuk tubuh. Yang membuat tubuh tampak ‘lebih langsing’ di mata bukanlah angka pada timbangan tapi massa otot. Jika otot tidak dilatih maka tiap 10 tahun kita akan kehilangan massa otot. Jenis olah raga cardio sangat bagus untuk kesehatan, tapi tidak cukup untuk membangun massa otot. ‘Lifting weight’ atau olah raga angkat berat sangat bagus untuk ‘memahat’ tubuh. Jangan khawatir, dengan olah raga ini Anda tidak akan berubah seperti Arnold Schwarzenegger Dwayne Johnson :). Dan olah raga ini membakar sangat banyak kalori. Saat ini tersedia banyak gadget apps untuk berbagai jenis olah raga yang bisa dikerjakan sendiri di rumah maupun di fitness studio tanpa instruktur.

7/06/2010

Kutu kepala? siapa takut!



Kutu kepala? Emang kenapa? Kebanyakan anak mengalaminya kok!


Kutu kepala memang bukan topik baru di kalangan sekolah. Setelah ditemukan kasus kutu kepala di sekolah, biasanya masing-masing orang tua mendapat surat laporan dari sekolah tentang kasus ini tanpa menyebutkan nama murid yang menderita. Selai laporan surat tersebut biasanya juga berisi instruksi untuk mengecek rambut anaknya masing-masing. Jika ditemukan korban lainnya maka harus cepat dilakukan pemberantasan, bila perlu si korban dilarang masuk sekolah untuk beberapa hari.

Flash back 30 tahun yang lalu...FunkyMami pernah punya teman SD yang mempunyai masalah kutu kepala. Si anak yang sebenarnya cantik ini selalu diolok dengan kata-kata yang menyakitkan, karena hampir tiap helai rambutnya ditumbuhi telur kutu kepala, hingga warna rambutnya agak keabu-abuan (masih suka merinding tiap kali mengingatnya). Si anak dikucilkan, tidak dipedulikan bahkan kadang-kadang mendapat serangan fisik dari anak-anak nakal. Dia selalu sedih dan menyendiri. Saat itu baik pihak sekolah maupun orang tua sepertinya cuek. Sehingga kasus itu semakin berlarut-larut dan si teman semakin dikucilkan. Untung saat ini baik orang tua maupun guru bisa bertindak sigap terhadap kasus kutu kepala.

Fakta-fakta penting tentang kutu kepala


Kutu kepala bukan penyakit


Kutu kepala bukanlah penyakit. Bukan juga masalah sosial yang yang hanya dialami oleh golongan tertentu. Mitos telah mengajarkan banyak orang, bahwa kutu kepala hanya dimiliki oleh anak-anak dari golongan kurung beruntung, yang sering terlalaikan karena orangnya tua sibuk mencari nafkah, sehingga pendidikan tentang kebersihan sering terabaikan. Tidak betul. Masalah kutu kepala bisa dialami hampir semua anak, bahkan orang dewasa. Sejarah tentang kutu kepala sudah begitu tua, bahkan setua umur manusia sendiri.

Kutu kepala menular lewat kontak rambut


Kutu kepala bisa berpindah dari satu kepala ke kepala lainnya melalui kontak rambut secara langsung, misal: saat berpelukan, bermain gulat atau saat tidur bersama dalam perkemahan. Makanya nggak heran kalau kasus kutu kepala sering terjadi di pada anak usia TK atau SD, di mana anak masih suka bermain bersama. Kutu kepala tidak bisa meloncat maupun terbang dari satu kepala ke kepala lainnya. Juga tidak bisa bertahan hidup lebih dari satu hari tanpa ada sarana kepala manusia untuk mencari makan (darah) dan berkembang biak.
Perlu diketahui: Kutu kepala bukanlah penyebab penyakit. Tidak juga ditularkan dari binatang piaraan.

Tanda-tanda adanya kutu kepala


Kutu kepala tidak merambat seperti kutu daun dan tidak gampang terdeteksi oleh mata. Binatang yang besarnya antara 2-3 mm ini bisa menyesuaikan warna dengan rambut si ‘tuan rumah’. Sebaliknya, telur kutu kepala lebih mudah ditemukan, biasanya menempel di rambut di daerah-daerah ‘posisi tidur’, yaitu belakang telinga dan tengkuk. Berkembang biaknya kutu kepala bisa berlangsung lama tanpa diketahui atau dirasakan. Biasanya setelah agak lama, kulit di daerah belakang telinga dan tengkuk terasa gatal, atau kadang muncul bintik-bintik merah pada kulit di belakang telinga. Jika tanda-tanda ini muncul, maka tindakan pemusnahan harus segera dilakukan.

Infeksi yang ditimbulkan


Penyebab rasa gatal adalah bekas gigitan dan hisapan kutu pada kulit. Kutu kepala memerlukan waktu sekitar 2 sampai 3 jam untuk ‘mengebor’ kulit (manusia tidak bisa merasakan) dan meninggalkan liurnya pada lubang. Liur ini berguna untuk menahan pengeringan darah terlalu cepat yang bisa menyumbat jalan darah. Jika area gigitan ini digaruk terlalu keras, maka sering timbul infeksi pada kulit.

Pemberantasan kutu kepala


Banyak anjuran cara tradisional untuk memberantas kutu kepala. Silahkan kunjungi link-link di bawah untuk keterangan lebih lanjut. Salah satu bahan yang sering digunakan untuk pemberantasan tradisional adalah cuka dan mayonis. Apakah cara ini bisa memberantas kutu kepala 100%, belum pernah terbukti. Yang jelas, di apotik dijual berbagai produk pemberantas kutu kepala. Banyak produk pemberantas kutu kepala yang mengandung racun serangga, yang bisa mematikan sistem kelenjar pada kutu. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum menggunakan produk jenis ini pada balita, anak kecil, ibu hamil dan menyusui dan yang memiliki alergi tertentu.

Yang juga cukup ampuh adalah produk yang mengandung Dimethicone atau Silicone oil. Minyak silikon berfungsi menutup jalan pernafasan yang mematikan kutu kepala. Apapun jenis produk yang digunakan, sangat dianjurkan membaca petunjuk pakai dan keterangan tentang produk tersebut.

Tidak cukup dengan hanya satu kali perawatan untuk membinasakan semua kutu kepala dan telurnya. Ada kemungkinan beberapa kutu kepala masih hidup dan mengerami telurnya, sehingga muncul kutu-kutu baru. Untuk itu perlu dilakukan pengulangan perawatan setelah 8 sampai 10 hari. Hanya dengan cara ini siklus pengembangbiakan bisa dihindari.

Karena kutu kepala hanya bisa hidup dan berkembang biak di kepala manusia, maka sangat dianjurkan untuk membersihkan total barang-barang yang memungkinkan penularan.
  • Cuci sisir, sikat rambut, jepit dan bando dengan air panas dan sabun.
  • Ganti baju tidur, sprei, sarung bantal dan selimut, begitu juga handuk mandi.
  • Masukkan tutup kepala atau jilbab, topi, scarf dan barang-barang penutup kepala lainnya ke dalam plastik tertutup selama 3 hari.
Masalah kutu kepala bukanlah masalah individu, melainkan masalah semua anggota keluarga dan komunitas yang bersangkutan, seperti TK dan sekolah. Orang tua diharapkan melaporkan ke guru jika anaknya mempunyai kutu kepala dan sebaliknya, sehingga kasusunya bisa segera diinformasikan kepada orang tua lainnya dan segera melakukan pengecekan pada anaknya masing-masing. Hanya dengan penanggulangan bersama pemberantasan total kutu kepala bisa dilakukan. Sudah saatnya kita menghilangkan sikap prejudis bagi korban kutu kepala, karena masalah ini bisa menimpa ke siapa saja, tanpa mengenal status sosial.

ARTIKEL TERKAIT:

REKOMENDASI BACAAN:

6/08/2010

Alergi atau intolerant




Banyak orangtua percaya bahwa anaknya mempunyai alergi terhadap makanan tertentu. Padahal, kenyataanya, hanya beberapa yang benar-benar alergi. Gejala-gejala seperti perubahan mood, kurang konsentrasi/perhatian, gerakan yang lemah lebih disebabkan karena tubuh anak tidak bisa mentoleransi makanan tertentu terhadap makanan, bukan alergi.

5/29/2010

Garam, berapa banyak perlu dikonsumsi?



Garam bisa berbahaya bagi anak jika dikonsumsi terlalu banyak. Sementara chips atau keripik kentang adalah salah satu makanan favorit anak yang banyak mengandum garam. Anak merengek minta chips? Jika dilarang bikin anak berguling-guling di lantai? Jangan khawatir, ada beberapa alasan bagus, kenapa Anda harus membiarkan anak membantu membersihkan laintai!


Kebanyakan anak memakan garam sebanyak 12 gram setiap hari, jauh lebih banyak dari yang direkomendasikan oleh UK Food Standards Agency.

Mengkonsumsi terlalu banyak garam telah dikaitklan dengan berbagai gangguan kesehatan yang timbul setelah dewasa. Gangguan ini termasuk tekanan darah, penyakit cardiovascular *linknya ditulis dalam bahasa Malay. Bacanya nggak pake 'loncak-loncak' lho ya...*, osteoporosis, bahkan asma. Makanan siap (processed food) biasanya banyak mengandung garam, seperti kacang kaleng/baked bean, pizza, sosis (wah, ini paling favorit), keju, roti dan cereal.

Hem, susah ya? Padahal banyak orang tua yang nggak punya banyak waktu buat memasak, dan makanan siap sangat membantu, apalagi kalau lagi buru-buru.
Jangan khawatir, kita tetep bisa memantau kadar garam makanan siap, yaitu dengan membaca keterangan nutrisi yang tertera pada bungkus . *kecuali produk dari perusahaan tembre, jangankan nulis informasi nutrisi, gambar bungkusnya aja kadang suka luntur kalo kena tangan berkeringat.*
Jika per 100g terkandung 1,25 gram garam atau lebih, maka makanan tersebut banyak mengandung garam. Sebaliknya, jika kurang dari angka di atas, maka termasuk makanan rendah garam. (Hayo, mulai sekarang mari rame-rame ngecek bungkus makanan di supermarket...).

Menurut UK Food Commission(walah, siapa lagi ?), kandungan garam dalam sebungkus chips menjadi dua kali lipat sejak 25 tahun terakhir dan beberapa makanan yang dikhususkan buat anak-anak mengandung lebih banyak garam dari jumlah yang direkomendasikan.

Kadar garam yang direkomendasikan:

  • Anak umur 1 - 3 tahun: 2 gram per hari (0.8g sodium)
  • Anak umur 4-6 tahun: 3 gram per hari (1.2g sodium)
  • Anak umur 7-10 tahun: 5 gram per hari (2g sodium)

Waduh, gawat...padahal waktu kecil FunkyMami suka makan krupuk warna-warna yang asin sambil ditolet sambal petis yang asiiin pula!

**Info sebagian diambil dan diterjemahkan dari majalah Junior edisi Juni 2006.

5/24/2010

Mengatasi kutu kepala




Lima cara untuk memberantas kutu kepala:


  1. Kenali si musuh. Buka-buka rambut anak dan lihat kutu yang bentuknya kecil, hitam dan telurnya berwarana putih yang menempel pada helai-helai rambut. Masalah kutu rambut sangat sering terjadi pada anak usia antara tiga sampai sebelas tahun.
  2. Buru si musuh. Dalam keadaan basah, sisir rambut anak dengan sisir bergigi kerap. Lakukan tiap tiga hari atau lebih.
  3. Atasi secara kimiawi. Guankan obat kimiawi yang berbentuk cair yang bisa membunuh kutu dan telurnya. Obat ini bisa dibeli di apotik. Cek lebelnya, apakah sesuai dengan umur anak.
  4. Lanjutkan menyisir. Gunakan conditioner dan sisir bergigi kerap untuk menyisir rambut dari akar sampai ujungnya. Lakukan dua kali seminggu selama pengobatan.
  5. Bersikap tenang. Jangan mengisolasi anak. Kutu rambut tidak menyebar dengan mudah di sekolah, seperti kebanyakan orang percaya. Perlu waktu minimum 30 menit bersentuhan antara rambut sehat dan rambut yang berkutu sampai terjadi penularan.

Lebih jauh tentang kutu kepala, silahkan baca postingan ini: Kutu kepala? siapa takut!