Showing posts with label balita. Show all posts
Showing posts with label balita. Show all posts

8/14/2011

Jika balita sangat pemalu




Seorang balita umur 3 tahun-an yang lucu bermain sendiri di sudut ruang playgroup, sibuk tanpa menghiraukan yang lainnya Dia menolak bergabung untuk menyanyi bersama meski di rumah dia bisa menyanyikan lagu-lagu itu. Anehnya, di rumah dia banyak bicara dan menuntut banyak perhatian. Dia juga jarang mau mencoba permainan baru tanpa harus dibujuk-bujuk dulu. Akankah dia bertahan saat masuk TK nanti? Akankah dia sulit berteman? Haruskah kita khawatir jika kebetulan anak balita kita sangat pemalu di luar rumah?


Menurut Dr Andrew Raffles, seorang consultant paediatrician dan penulis kontributor bulu Birth & Beyond, bukanlah hal baru jika seorang balita menjadi sangat pemalu. Dengan banyak dukungan dan dorongan kebanyakan rasa malu itu akan hilang dengan sendirinya. Banyak balita yang melewati tahap ‘tidak mau bicara di luar rumah’ dan memakai cara-cara lain untuk berkomunikasi.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini? Ada banyak cara, tapi tiga poin dibawah biasanya sangat membantu:

Meningkatkan rasa percaya diri


Kunci utamanya adalah membangun rasa percaya diri dan rasa bangga terhadap diri anak. Jika dia memerlukan banyak dorongan dalam bermain, misal, bermain puzzle, maka kita beri dorongan sebanyak-banyaknya. Pilih permainan yang dia kuasai dan beri banyak pujian jika dia berhasil menyelesaikannya. Libatkan anak dalam kegiatan yang memberikan hasil nyata, misal, memasak. Beri perhatian dan pujian akan hal-hal kecil yang dia lakukan meski tanpa kita suruh, seperti merapikan mainannya atau saat mengucapkan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’.

Memberi persiapan mental


Jelaskan pada anak sebelum melakukan suatu kegiatan dan beri keterangan apa yang akan terjadi kemudian, seperti saat meninggalkan rumah untuk belanja atau berkunjung ke rumah seseorang. Saat mau tidur, beritahu apa yang akan kita lakukan besok. Beri anak kesempatan untuk bertanya atau berbicara tentang apapun yang mungkin membuat dia merasa takut atau khawatir.

Memberi pengertian ‘mama akan kembali’


Jika anak diasuh oleh pengasuh atau saudara, beri anak gambaran yang jelas dengan kata-kata yang mudah dimengerti bahwa kita akan kembali, misal, “setelah makan siang”, “setelah bermain”. Pada usia balita kegelisahan, merasa tidak aman dan ketakutan akan perpisahan (terutama dengan orang tua) adalah wajar. Juga wajar terjadi pada saat anak mulai sekolah, dan para guru sudah terbiasa menangani masalah ini. Jadi kita tidak perlu terlalu khawatir.

4/28/2011

Tip agar bayi terlelap sepanjang malam



Memiliki bayi yang bisa tidur sepanjang malam adalah impian semua orang tua, terutama yang tidak memiliki baby sitter seperti FunkyMami. Ada banyak tip dan saran yang bisa didapatkan dari buku, internet, saudara atau teman. Tapi sebelum menerapkan tip dan saran tersebut, kita harus tahu kebiasaan tidur anak seperti apa yang kita inginkan, karena tiap orang tua mempunyai cara dan kebiasaan yang berbeda-beda.


Banyak orang tua atau ibu yang tidak keberatan bangun tiap malam untuk me-nina bobo-kan anak agar kembali tertidur. Sementara banyak juga orang tua yang merasa lebih nyaman jika anak tidur bersama orang tua, sehingga mudah menindurkan anak kembali jika si anak terbangun tengah malam. Jika Anda termasuk orang tua yang ingin membiasakan anak tidur mandiri, tentunya tidak ada pilihan lain kecuali bangun tidur dan me-nina bobo-kan anak agar dia kembali tertidur. Terus terang hal ini sangat berat dilakukan, tertuama jika bayi baru berumur beberapa bulan dan masih membutuhkan ASI pada malam hari. Tetapi, begitu jadwal menyusui malam hari mulai berkurang, kebiasaan tidur mandiri bisa mulai diterapkan.

Dan dengan tip-tip di bawah, mudah-mudahan para orang tua yang selama ini kurang tudur bisa kembali menikmati tidur malam.


  1. Ajari anak untuk jatuh terlelap dengan sendirinya. Bayi yang terbiasa tertidur dengan dielus, digendong, ditimang atau disusui cenderung membutuhkan perhatian saat terbangun tengah malam. Bayi yang terbiasa terlelap dengan sendirinya, saat terbangun tengah malam akan kembali tidur dengan sendirinya.
  2. Mulailah rutinitas waktu tidur . Bayi sangat menyukai rutinitas, dan mereka belajar disiplin dari usia dini dari rutinitas. Lakukan rutinitas tidur malam sedini mungkin. Rutinitas bisa dimulai dengan memandikan bayi, memberi makan/minum, bermain ringan di kamar tidur, membaringkan anak, meredupkan lampu dan bila perlu menyanyikan atau memutar lagu nina bobo. Kemudian ucapkan selamat malam dan tinggalkan anak saat masih terjaga. Lakukan hal ini tiap hari pada waktu dan urutan yang sama, kecuali keadaan tidak memungkinkan, seperti saat melakukan perjalanan. Anak yang terbiasa dengan rutinitas tidur malam bisa bisa terlelap dengan sendirinya tanpa harus ditunggui. Begitupula saat terbangun tengah malam. Baca artikel tentang menciptakan rutinitas waktu tidur.
  3. Buat acara tidur malam setenang mungkin. Usahkan kamar tidur anak tidak terlalu terang, bila perlu gunakan lampu yang redup. Kecilkan volume suara dan ganti popok seperlunya saja.
  4. Jangan lupa tidur siang. Bayi yang terlalu ngantuk karena kurangnya tidur siang akan susah tidur wktu malam. Usahakan agar bayi cukup mendapat tidur siang.
  5. Lupakan ‘sleeping chart’ (table waktu tidur). Tabel tidur malam untuk bayi atau biasa disebut ‘sleeping chart’ hanyalah pedoman umum waktu tidur bagi kebanyakan bayi. Beberapa bayi memang tidur lebih pendek dibanding yang lainnya. Terlalu terpaku pada tabel hanya akan membuat orang tua terlalu khawatir dan tidak tengan. Setelah beberapa bulan, tiap orang tua akan bisa ‘membaca’ kebiasaan tidur anak. Gunakan kebiasaan ini sebagai pedoman waktu tidur anak Anda.

ARTIKEL TERKAIT: